Kapan sebaiknya ibu hamil imunisasi TT?


Seringkali kita dengar kata imunisasi atau terkadang vaksinasi. Apakah kedua istilah ini sama? Jadi, imunisasi dan vaksinasi itu berbeda maknanya ya ... Imunisasi adalah proses dalam tubuh untuk memiliki kekebalan. Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin dalam bentuk virus atau bakteri yang dilemahkan dan dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan atau diteteskan ke dalam mulut. Vaksinasi yang dilakukan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi dan vaksinasi memang berbeda namun memiliki tujuan yang sama untuk terbentuk kekebalan tubuh.Imunisasi terbagi menjadi imunisasi aktif dan imunisasi pasif. 

Imunisasi aktif diberikan melalui vaksinasi dengan memasukkan virus atau bakteri yang dilemahkan, sementara imunisasi pasif diberikan immunoglobulin atau dari orang yang sudah memiliki kekebalan kepada orang yang belum punya kekebalan. Pemberian imunisasi ada yang hanya sekali atau beberapa kali untuk mendapatkan tingkat kekebalan tubuh yang memadai. Pemberian imunisasi yang secara umum kita ketahui adalah pada bayi dan juga anak-anak. Pada orang dewasa juga ada imunisasi tertentu yang dibutuhkan lho… Contohnya pada ibu hamil. 

Menurut Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa ibu hamil sangat direkomendasikan untuk mendapatkan imunisasi TT (tetanus toxoid). Sebelumnya imunisasi TT ini apa ya? Imunisasi TT ini berkaitan dengan penyakit tetanus yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Dampaknya bisa jadi fatal terutama pada bayi baru lahir atau dikenal dengan tetanus neonatorum. Infeksi tetanus dapat berasal dari luka yang tidak bersih atau terkontaminasi, baik akibat goresan, tusukan, atau gigitan. Pada ibu yang bersalin di tempat yang bukan fasilitas kesehatan atau pemotongan tali pusat bayi dengan alat yang tidak steril adalah contoh bagaimana infeksi tetanus bisa terjadi. Hal ini menjadi alasan utama pemberian imunisasi TT pada ibu hamil untuk memberikan dan menguatkan kekebalan tidak hanya pada ibu namun juga pada bayinya.  

Bagi ibu yang belum menerima imunisasi TT saat persiapan calon pengantin (catin) dapat diberikan saat hamil pada usia kehamilan 27-36 minggu di puskesmas, posyandu, klinik dokter, atau rumah sakit. Pada kehamilan pertama, bila ibu belum pernah menerima vaksin tetanus atau bila status imunisasi TT tidak diketahui maka akan diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 4 minggu dari pemberian yang pertama. Pemberian dosis 3 dengan jarak 6 bulan. Jika ibu hamil yang kedua dalam jangka waktu dua tahun maka ibu akan diberikan suntikan ulangan atau booster sebanyak 1 kali. Pada ibu yang sudah mendapatkan 3 dosis vaksin TT disebutkan bahwa imunitasnya bertahan hingga lima tahun kedepan. Namun bila ibu hamil kembali dengan jarak kehamilan yang jauh, imunisasi akan diberikan lagi sebanyak 2 kali, semua dengan memperhatikan riwayat imunisasi ibu sebelumnya. Jadi, ingat konsultasikan kehamilan bunda dan jadwalkan vaksinasinya dengan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan ya …

Beberapa efek samping yang dirasakan seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak pada area penyuntikan, demam, dan sakit kepala. Namun efek samping ini tidak selalu muncu dan berbeda pada setiap orang dan pada umumnya efek samping yang dirasakan ringan dan tidak memerlukan pengobatan serius.

Vaksinasi tetanus dan pemberian asuhan persalinan serta bayi baru lahir yang higienis merupakan strategi kunci dalam menghapuskan kejadian tetanus maternal dan neonatal secara menyeluruh. Implementasi ini tentu berawal dari persiapan kehamilan dan asuhan kehamilan yang komprehensif.

 

Salam Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When my first coffee was Affogato…

Langit Merah Pertama di Sampang